Secara literal hipokrasi atau hypocrisy diartikan sebagai perilaku kurang jujur dalam mengakui keadaan yang sebenarnya terutama dalam kehidupan publik. Akhir-akhir ini, perilaku ini sedang mewabah disepanjang tahun. Sekedar memberikan contoh, soal illegal logging. KAPOLRI, Jendral Polisi Sutanto, menyatakan bahwa praktek illegal logging sudah berkurang. Harian Umum KOMPAS menunjukkan fakta sebaliknya di Pulau Rupat. Bukti lainnya yang tidak terbantahkan di berbagai kawasan di Kalimantan, terutama di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Contoh hipokrasi lainnya, mengenai kasus penyimpangan dana di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang telah menyeret mantan Menteri Kelautan Rokhmin Dahuri di era pemerintahan Megawati. Seperti pengakuan yang bersangkutan dan fakta yang terungkap di persidangan, skandal ini telah melibatkan berbagai elit yang yang ada di partai politik, mantan Ketua MPR, Amien Rais, dugaan aliran dana ke para calon presiden 2004-2009 melalui berbagai saluran, dan mungkin aktor-aktor lainnya yang tidak tersentuh. Sampai saat ini, seperti berbagai kasus skandal skala nasional lainnya, telah menyita perhatian dan keingintahuan publik. Maun masih "gelap" dan membingungkan untuk memahamai apa sebenarnya yang terjadi.
Kasus lainnya, dijadikannya Roy Marten sebagai icon Badan Narkotika Nasional (BNN), padahal dia terlibat kasus narkotika.
Friday, December 21, 2007
Catatan 2007 no 6 - Hipokrasi merajalela sepanjang tahun
Posted by
Test
at
6:09 PM
Labels: BNN. Badan NArkotika Nasional, Fachri Hamzah, Hipokrasi, Illegal Logging, Jendral Sutanto, KAPOLRI, Korupsi DKP, Narkotika, Rokhmin Dahuri, Roy Marten
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment