Mengiringi suasana banjir dan longsor dimana-mana, yang membikin semua petinggi sibuk melakukan inspeksi kemana-mana:). Saya searching dan ketemu kumpulan dokumentasi soal Semarang.
Foto diatas adalah Hotel Du Pavillon (sekarang Dibya Puri Hotel),
yang diabadikan tahun 1875, terletak di di Bodjong Weg (sekarang
Jalan Pemuda). Dari sejak dulu rupanya sudah kebanjiran yach.
Bangunan yang sama saat ini:
Lebih dari 100 tahun sudah, banjir di kawasan Semarang rupanya belom terpecahkan:). Namun yang membuat saya kagum, gedung2 ini masih terpelihara dengan baik. Mudah-mudahan dengan bercermin dari dua foto ini membuat kita semangat seperti kokohnya bangunan ini.
Monday, December 31, 2007
Catatan 2007 no 8 - Banjir Semarang 1875 & 2007
Posted by
Test
at
12:44 AM
0
comments
Saturday, December 29, 2007
Catatan 2007 no 7 - Bencana dan Respon Institusi Publik
Setiap melihat kejadian bencana yang terus berulang, sebagai "pemburu bencana":), saya selalu berfikir apa yang salah dengan semua kejadian ini? Kurang sahihkah informasi yang kita miliki? Kurang sigapkah kita dalam memahami berbagai perubahan bentang alam di sekeliling kita? Istilahnya kayak kita berobat ke dokter, obatnya itu-itu juga walaupun tidak sembuh-sembuh. Sudah seberapa pahamkah sebenarnya kita semua, misalnya dalam kasus longsor ini. Kehawatiran saya selalu muncul, nantinya yang dijadikan kambing hitam lagi soal "illegal logging". Tidak berarti saya menolak fakta ini, tapi menyelesaikan soal2 longsor ini mesti juga melihat aspek soal engineeringnya, terutama di daerah yang rawan atau kestabilan lahannya terganggu. Rumit juga menjawabnya, apalagi ditengah perilaku yang ingin serba instan.
Gambar: Rekaman berbagai kejadian gempa bumi dengan berbagai skala (sumber, ESDM)
Dibilang sulit menyelesaikannya secara sistematik nggak juga:) Dibilang gampang sekali, nggak juga. Ini mungkin pendapat saya pribadi dari perasaan hati yang sangat dalam setelah mengamati dan terlibat dalam berbagai penanganan bencana: pertama, Banyak mungkin para pengambil kebijakan yang mengangap bahwa soal bencana ini bukan dari persoalan lingkungan yang harus dibenahi secara sistemik dan komprehensif. Kita tidak akan heran, mungkin beberapa saat setelah banjir beres, kita akan kembali melakukan "bussiness as usual", sama seperti kejadian-kejadian bencana sebelumnya.
Kedua, ini yang membuat saya sangat-sangat menganggu. Institusi publik mengalami demoralisasi yang luar biasa saat ini.
Dibilang sulit menyelesaikanya, saya bilang nggak juga. Saya list beberapa pengalaman yang sudah dialami yang mungkin kita bisa belajar banyak:
1997-1998 -- kebakaran hutan
2002 & 2007 -- banjir besar
2004 -- gempa, tsunami di Aceh dan Nias
2005 -- sampai sekarang --> gempa, gunung berapi, tsunami, lonsor, banjir, LAPINDO, dll..
Kayaknya dengan contoh diatas kita sudah cukup banyak referensi. Menyelesaikan persoalan bencana saat ini tidak bisa sepotong-sepotong dan memerlukan komitmen yang kuat dan konsisten. Apalagi setelah BALI ROAD MAP, penyelesaiannya harus jadi bagian dari Disaster Risk Reduction (DRR) karena kompleksitas penyebabnya sudah begitu ruaar biasa. Tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan, kalau kita menyelesaikan persoalannya secara sistemik dan menyeluruh, dampaknya bisa diminimalkan.
Posted by
Test
at
5:37 PM
0
comments
Friday, December 21, 2007
Catatan 2007 no 6 - Hipokrasi merajalela sepanjang tahun
Secara literal hipokrasi atau hypocrisy diartikan sebagai perilaku kurang jujur dalam mengakui keadaan yang sebenarnya terutama dalam kehidupan publik. Akhir-akhir ini, perilaku ini sedang mewabah disepanjang tahun. Sekedar memberikan contoh, soal illegal logging. KAPOLRI, Jendral Polisi Sutanto, menyatakan bahwa praktek illegal logging sudah berkurang. Harian Umum KOMPAS menunjukkan fakta sebaliknya di Pulau Rupat. Bukti lainnya yang tidak terbantahkan di berbagai kawasan di Kalimantan, terutama di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Contoh hipokrasi lainnya, mengenai kasus penyimpangan dana di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang telah menyeret mantan Menteri Kelautan Rokhmin Dahuri di era pemerintahan Megawati. Seperti pengakuan yang bersangkutan dan fakta yang terungkap di persidangan, skandal ini telah melibatkan berbagai elit yang yang ada di partai politik, mantan Ketua MPR, Amien Rais, dugaan aliran dana ke para calon presiden 2004-2009 melalui berbagai saluran, dan mungkin aktor-aktor lainnya yang tidak tersentuh. Sampai saat ini, seperti berbagai kasus skandal skala nasional lainnya, telah menyita perhatian dan keingintahuan publik. Maun masih "gelap" dan membingungkan untuk memahamai apa sebenarnya yang terjadi.
Kasus lainnya, dijadikannya Roy Marten sebagai icon Badan Narkotika Nasional (BNN), padahal dia terlibat kasus narkotika.
Posted by
Test
at
6:09 PM
0
comments
Labels: BNN. Badan NArkotika Nasional, Fachri Hamzah, Hipokrasi, Illegal Logging, Jendral Sutanto, KAPOLRI, Korupsi DKP, Narkotika, Rokhmin Dahuri, Roy Marten
Catatan 2007 no 5 - Visi iptek dan dunia pendidikan kita
Dua ciri khas kelemahan mendasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi(iptek) yang saya catat: pertama, ketidakmampuan dan keengganan melihat “gambar besar” dari perkembangan global yang mempengaruhi. Kedua, kejujuran untuk melihat dan memetakan potensi sumberdaya manusia yang kita punya, yang nantinya akan menentukan apakah kita akan mengambil peran dalam berbagai inovasi iptek dan industri atau hanya sekadar bagian dari pelimpahan berbagai produk, dan menjadi bangsa konsumen daripada produsen.
OECD (Organization foe Economic Cooperation and Development), yang didirikan oleh sekitar 30 negara maju, melaksanakan Program for International Student Assessment (PISA) yang dimulai sejak tahun 2000 dan diulang setiap 3 tahun:2003, 2006, 2009, dst. Kajian ini dilakukan melalui survey intensif di lebih dari 50 negara. Satu kajian yang menarik dan unik, melihat dunia pendidikan dari dimensi pengetahuan dan keahlian (knowledge and skill) siswa umur 15 tahunan.
Hasil survey 2006, baru saja diluncurkan tanggal 4 Desember 2007. Ini Kira-kira potret kemampuan membaca dan matematika siswa Indonesia usia 15 tahunan ditengah-tengah negara lainnya.
Gambar 1: Kemampuan Membaca Siswa Indonesia umur 15 tahunan diantara negara lainnya
Gambar 2: Kemampuan Matematika Siswa Indonesia umur 15 tahunan diantara negara lainnya
Laporan lengkapnya bisa diakses disini. Melihat gambaran Indonesia yang rendah dibandingkan dengan negara lainnya, kita sudah bisa membayangkan apa jadinya Indonesia dalam pengembangan iptek dan industri 10 sampai 20 tahun kedepan, kalau tidak ada perubahan mendasar dalam membenahin dunia pendidikan kita.
Posted by
Test
at
5:18 PM
0
comments
Labels: Indonesia, Matematika, Membaca, OECD, PISA
Thursday, December 20, 2007
Catatan 2007 no 4 - Lumpur Lapindo

Hampir 1.5 tahun sudah kasus menyemburnya lumpur LAPINDO. Hingga saat ini belom ada tanda-tanda kapan akan berhenti. Ada yang memperkirakan mungkin bisa lebih dari 10 tahun. Betul-betul SIDOARJO, sudah menjadi kota "KUALA LUMPUR" yang sebenar-benarnya. Mungkin awalnya karena keteledoran pengemboran. Meningkat menjadi bencana lingkungan, dan terakhir betul-betul menjadi bencana kemanusiaan. Jeritan demi jeritan untuk mengadukan nasib seakan-akan diangap angin lalu.
Situasi terakhir November 2007:
Posted by
Test
at
7:07 PM
0
comments
Labels: Aburizal Bakrie, Bencana Lingkungan, LAPINDO, Sidoarjo
Catatan 2007 no 3 - Pemerataan Pendidikan
Ini adalah gambaran kondisi pendidikan di sekitar kawasan Puncak, Bogor. Kawasan yang tidak begitu jauh dari kota pendidikan Bogor dan Ibukota Jakarta. Lebih 60 tahun sudah kita merdeka, masih juga ada yang belum tersentuh seperti kawasan ini. Dokumentasi video "SANG GURU RUDI" ini saya dapat dari seorang kawan, di Jakarta News FM, yang sangat menaruh perhatian dalam mendokumentasikan kondisi di masyarakat di tingkat akar rumput.
Posted by
Test
at
2:58 AM
0
comments
Labels: education, grass root, Indonesia, pendidikan
Tuesday, December 18, 2007
Catatan 2007 no 2 - Lingkungan Aceh setelah 3 Tahun Tsunami
Ditengah kesuksesan pembangunan fisik di Aceh seperti yang dipuji banyak pihak, saya sebagai orang yang dibesarkan dalam dunia "lingkungan" menaruh kehawatiran yang sangat besar. Foto diatas adalah material yang digunakan untuk penimbunan di sepanjang pesisir pantai Ulele yang saya ambil ketika berkunjung sekitar bulan April 2007. Lihat secara cermat, ini adalah sejumlah batuan yang mungkin digali dengan membelah bukit "perawan" di tempat lain:). Mungkin setelah tsunami di laut, akan muncul gelombang "tsunami" di darat berupa banjir, longsor, erosi, dll..
Kehawatiran saya yang lain, adalah di kawasan pesisir (lihat foto di bawah ini). Kalaulah tsunami datang lagi, siapkah kita menghadapinya?
Posted by
Test
at
2:14 AM
0
comments
Labels: Aceh, BRR, Galian C di Aceh, Tsunami
Monday, December 17, 2007
Catatan 2007 no 1 - Perbatasan RI-Malaysia & Illegal Logging

Ribut-ribut soal perbatasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan beberapa waktu terakhir ini, tidak perlu dihebohkan. Praktek pergeseran wilayah ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun yang lalu, sejalan dengan meningkatnya aktivitas illegal logging di kawasan ini. Gambar diatas adalah hasil analisisis citra satelit sejak 1996-2003. Terlihat peningkatan jumlah jaringan jalan setiap dan terbukanya kawasan di wilayah itu. Tentunya pembukaan akses jalan yang besar-besaran ini, tidak mungkin dilakukan tanpa operasi besar-besaran yang melibatkan berbagai aktor di kedua wilayah negara.
Posted by
Test
at
1:55 AM
0
comments
Labels: HPH, Illegal Logging, Korupsi, militer, perbatasan RI-Malaysia
Friday, December 14, 2007
Sampah dan Pengelolaannya

Ini rangkuman data yang disampaikan oleh seorang kawan saya Bung Soni, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), mengenai pengelolaan sampah di Indonesia pada umumnya. Hanya sekitar 5% yang didaur ulang. Gambaran umum semua tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai wilayah di seluruh Indonesia:
Tidak mengherankan, kemungkinan kejadian longsornya TPA di Leuwi Gajah, Bandung, yang banyak menelan korban jiwa akan berulang kembali disuatu ketika. Info lainnya mengenai Rencana Undang-Undang Sampah yang mau disahkan tahun depan.
Posted by
Test
at
8:25 PM
0
comments
Labels: Bandung, Lewi Gajah, Potret Pengelolaan Sampah, RUU Sampah, Sampah
Infrastruktur Pertanian Kita

Foto yang diambil dari presentasinya Prof. Bustanul Arifin, IPB, Peluang dan Hambatan Sektor Pertanian. Gambaran nyata mengenai infrastruktur pertanian kita. Masih kita punya harapan menjadi wilayah dengan ketahanan pangan yang tinggi?
Posted by
Test
at
8:07 PM
0
comments
Labels: Desa, infrastruktur, Irigasi, Pertanian Indonesia
Saturday, December 1, 2007
Cara Somalia menyelesaikan soal

Foto menarik ini saya dapat dari seorang kawan yang kebetulan sedang bertugas ke Somalia sekitar 2 tahun yang lalu, yang dia peroleh dari koran lokal. Punya makna yang mendalam:). Silahkan direnungkan sendiri..
Posted by
Test
at
3:32 PM
0
comments